
BSIP Maluku Utara Siap Dukung Operasi Pasar Pangan Murah Jelang Ramadhan
Ternate (24/02) - BSIP Maluku Utara bersama sejumlah pemangku kepentingan menggelar koordinasi untuk memastikan kelancaran Operasi Pasar Pangan Murah di Ternate. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat menjelang bulan Ramadan.
Koordinasi pertaman dilaksanakan dengan Kantor Pos Indonesia Cabang Ternate diterima langsung Pimpinan Kantor Pos, Reza dan PIC OP, Pieter Sangadji. BSIP Maluku Utara mendapatkan kepastian bahwa persiapan lokasi, tenaga operasional, serta fasilitas pendukung telah mencapai 95%. Kantor Pos siap melayani transaksi dengan metode QRIS dan tunai, namun masih menunggu kejelasan terkait mekanisme pembayaran dan distribusi barang dari penyedia seperti Bulog. Selanjutnya, Dinas Ketahanan Pangan Kota Ternate diterima langsung Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Ternate, Muhamad Hartono Albaar menyampaikan bahwa tahun ini rencana OP sebanyak 12 kali mengalami efisiensi anggaran. Dinas juga menjelaskan dua model OP yang biasa diterapkan, yakni subsidi dan mandiri. Namun, pelaksanaan OP mandiri terdapat tantangan rendahnya animo masyarakat jika selisih harga tidak signifikan. Dari hasil koordinasi dengan Bulog Subdivre Ternate Kepala Bulog, Asrul, PIC OP SPHP, Ulul dan PIC OP minyak goreng dan gula pasir, diketahui bahwa stok beras SPHP tersedia sekitar 150 ton, sementara beras premium Ramos dan beberapa komoditas lainnya masih menunggu arahan pusat terkait harga dan mekanisme distribusi. Adapun bahan pokok lain seperti daging, telur, dan bawang merah tidak tersedia di gudang Bulog.
Kesimpulan sementara dari koordinasi ini menunjukkan bahwa kesiapan gerai sudah hampir optimal, namun masih terdapat kendala dalam penentuan mekanisme pembayaran serta biaya transportasi bahan pokok dari Bulog ke lokasi OP. Sebagai tindak lanjut, BSIP Maluku Utara bersama pihak terkait akan terus berkoordinasi dengan pusat guna memastikan distribusi pangan berjalan sesuai rencana serta mempertimbangkan skenario pelaksanaan OP di lokasi strategis seperti Sofifi dan Ternate.